Aku sampai di bagian bahwa
aku telah jatuh cinta.
Namun orang itu hanya dapat
kugapai sebatas punggungnya saja.
Seseorang yang hadir sekelebat,
bagai bintang jatuh
yang lenyap keluar dari bingkai mata
sebelum tangan ini sanggup mengejar.
Seseorang yang hanya bisa kukirimi
isyarat sehalus udara, langit, awan
atau hujan
(Sepenggal fiksi Hanya Isyarat ; Dee - Rectoverso)
... Aku teringat detik-detik yang kugenggam.
Hangat senyumnya, napasnya, tubuhnya,
dan hujan ini mengguyur semua hangat itu,
menghanyutkannya bersama air sungai,
bermuara entah kemana.
hujan mendobrak paksa genggamanku
dan merampas milikku yang paling berharga.
Hujan bahkan membasuh air mata yang belum ada.
Membuatku seolah-olah menangis.
Aku tidak ingin menangis. Aku hanya ingin ia pulang.
Cepat pulang. Jangan pergi lagi.
(Sepenggal fiksi Firasat ; Dee - Rectoverso)
Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tahu, Siapa yang jadi juaranya
(Malaikat Juga Tahu - Dee)
Tuesday, September 9, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

4 comments:
jomz...lw jadi puitis gini??!!!eheheheeh...gag da yg dedicated to someone tuw puisi2nya???
uww.. gue emang selalu muitis kok din! wakakkakakakka
heee, dedicated to ada deeei... yang pasti bukan dese... uknowwho laaa... :p
ni malem indehoi kemandang lo ?
aull!
udah dapet ya bukunya, gw belom order nih hihihihi
Pito.. gue juga belum dapet euyy.. gilak ya,, gak sabar gue pengen dapetin nih bukuu...
Post a Comment