Sunday, September 13, 2009

Tiket Keluar Berwujud Perahu Kertas

harus saya akui bahwa sempat suatu waktu pada berapa minggu yang lalu, saya merasa perasaan, pikiran, dan emosi saya sedang tidak karuan, berantakan, berubah-berubah setiap waktu. up and down. floating somewhere tak berkesudahan, susah disimpulkan apa sebabnya.

tapi saya tahu apa yang saya butuhkan untuk mengatasi keadaan seperti ini. saya harus mengalihkan pikiran saya, mencari pelarian, mencari kesibukan, berlari, mencari tiket keluar.

lalu teringat lah pada salah satu hobi saya terdahulu; berburu buku bacaan bermutu, melahapnya cepat sampai habis, lalu menikmati segala inspirasi dan imajinasi yang saya dapatkan setelahnya. suatu kebiasaan yang sedikit banyak telah saya tinggalkan. dan hal yang sama juga disarankan seseorang melalui perbincangan via kabel serat optik sore itu.

akhirnya saya bisa merinci apa yang saya butuhkan; tiket keluar dan inspirasi. inspirasi sebagai tiket keluar. tiket keluar dari permasalah di atas.

akhirnya terdamparlah Perahu Kertas ini di tangan saya, dan dengan ditambah waktu 1 x 24 jam, akhirnya saya mendapatkan apa yang saya butuhkan. inspirasi. sehingga saya berhasil mendapat tiket keluar.





Dan sudah seharusnya saya memberikan sedikit komentar mengenai buku yang memiliki jasa paling besar kepada saya beberapa hari belakangan ini:

# bagian-bagian awalnya terasa membosankan, seperti membaca ulang koleksi novel remaja yang saya punya. tapi sepertinya hal tersebut termaklumi menginat cerita novel ini mengalir mulai dari tokoh-tokohnya lulus SMA hingga bekerja. semuanya mengalami perubahan sesuai mengalirnya waktu.

# penulis-Dewi 'Dee' Lestari- berhasil melompat-lompat pada tempat dan waktu dengan indah. saya suka.

# detail lokasi kota yang dipakai sebagai setting pada novel ini, disajikan tidak sebanyak porsi yang saya harapkan. belakangan mungkin baru terasa melegakan, karena memang jadinya tidak banyak detail tidak perlu yang disajikan.

# setelah Always, Laila, Perahu Kertas lah yang bisa membuat saya menitikkan air mata saat membaca beberapa halamannya. dan tentu saja saya benci harus mengakui hal ini.

# banyak statement yang sangat bermakna. bagi saya.

mungkin kata dari saya cukup itu, walaupun jelas dampaknya bagi saya sekarang tidak cukup hanya itu :) biar saya simpan sendiri :)

post script:
Perahu Kertas dan Rectoverso pada akhirnya sama-sama saya temukan, dan baca saat bulan puasa berlangsung. Bila dulu Rectoverso dan saya mengambil setting di kota Semarang, pada salah satu malam persinggahan saya di perjalanan panjang tahun itu, sayang sekali kini saya dan Perahu Kertas mengambil setting di kota Palembang. dan memang lebih baik tidak usah dibahas lebih lanjut karena akan membuat saya tambah sedih karena tidak bisa pergi mudik tahun ini :(



postingan ini sudah lama menjadi draft :D

4 comments:

Anonymous said...

waah.. julie, bahasa anda indah dan teratur, apa adanya dan tidak lebay. karena saya belum membaca novel nya, maaf tidak bisa ikut berkomentar. kalo tentang novel yang lain mungkin saya bisa ;p
terimakasih infonya

Auliannisa said...

ehek..

ah eloh bebs,eke jadi malaw ni.wkwkwk.. tengs sooo.. :D

novel lain? boleh dong diceritain ke guhe.. *kedip kedip*

-julie jolie-

Noel said...

# bagian-bagian awalnya terasa membosankan, seperti membaca ulang koleksi novel remaja yang saya punya. tapi sepertinya hal tersebut termaklumi menginat cerita novel ini mengalir mulai dari tokoh-tokohnya lulus SMA hingga bekerja. semuanya mengalami perubahan sesuai mengalirnya waktu.

saya setuju, cuman pemilihan nama2 tokoh tetep ABG banget haha KUGY, agak aneh di kuping. Jeroen jg. Trus Karel. Ya gitu2 lah

# setelah Always, Laila, Perahu Kertas lah yang bisa membuat saya menitikkan air mata saat membaca beberapa halamannya. dan tentu saja saya benci harus mengakui hal ini.

bagian mana nangisnya? ayo ngaku... heheh

# banyak statement yang sangat bermakna. bagi saya.
hmm... favoritnya yang mana Neng?
yang bagian berputar2 itu kah? hehe

atau kata2 si Dee yang dituangkan dalam dialog Luhde dengan tokoh laen?

Auliannisa said...

@Noel
ahhh curang, kirain komennya lebih panjang dari kereta sby-jkt, eh ternyata kopi paste diaa :p

#1 yaaa daripada make nama pasaran? kan jadi nyentrik gitu di kuping. gak bakal lupa, jarang yang nyamain..

#2
ending, it is.. *puas loo?*

#3
bnyak lah Bang pokoknya! harus dibaca ulang trus ditandain satu2 baru inget lagi. haaha. tapi kata-kata Wayan paling ngena deh rasanya IMO..